Recent Post



Masukkan kode HTML yang mau anda instalasi cepat ke widget sidebar anda disini

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR TKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR TKI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

DOSEN MANTAN TKI



-    Motivator calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nurhayati Solapatri termasuk orang yang cerdik. Wanita yang kini menjadi dosen Sultan Ageng Tirtayasa ini memberikan tips kepada para 100 calon TKI yang akan berangkat ke Taiwan dan Hongkong di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta Selatan, Sabtu (11/6/2011).


Nurhayati menceritakan ketika dirinya menjadi seorang TKI ke negeri    Arab diawali keputusasaan sulitnya mendapatkan uang untuk biaya kuliah, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Banten dengan tujuan untuk bisa berkuliah.


"Saya waktu itu ingin kuliah dan kemudian saya berfikir menjadi TKI," kata ibu tiga anak ini.


Pengalamannya tidak terlalu manis, PJTKI yang merekrut dirinya tidak memberikan pelatihan apa pun, sehingga Nurhayati harus belajar secara otodidak. "Saya waktu itu diberi sertifikat keahlian, tetapi sebenarnya saya tidak diberikan pelatihan," ucapnya.


Sadar bahwa budaya di Arab Saudi pasti berbeda dengan budaya di Indonesia, ia pun akhirnya banyak menggali informasi tentang budaya dari TKI-TKI yang pernah bekerja di Arab Saudi. "Saya selalu mencatat apa-apa yang penting dalam buku kecil. Jadi setiap ada sesuatu, saya selalu buka buku ajaib tersebut," ungkapnya.


Saat berangkat ke Arab Saudi tahun 1998, sebelum naik pesawat ia membeli sebuah jarum dan benang, sehingga saat di dalam pesawat ia menulis nomor-nomor penting yang ia bisa hubungi ketika dirinya nanti bermasalah di negeri orang.


"Saya tulis dengan benang dan jarum tersebut nomor-nomor penting, sehingga kerudung saya isinya nomor telepon semua. Tetapi yang ditulis bukan nomor, tapi kode-kode supaya tidak dicurigai majikan nanti," kenangnya.


Ia pun menceritakan sebuah contoh perbedaan budaya antara Arab Saudi dengan Indonesia. ketika ia akan memandikan anak majikannya, tiba-tiba majikannya marah memarahi dirinya. "Kamu gila," kata Nurhayati mencontohkan majikannya. tetapi dari kesalahan tersebut ia baru tahu, kalau di orang Arab ternya mandinya tidak setiap hari. "Waktu itu majikan saya meminta saya memandikan anaknya dua kali seminggu, senin dan kamis," ucapnya.


Selain itu, ia menceritakan kepada para calon TKI kalau di Arab wanita itu harus bersifat sinis kepada kaum pria. "Kalau wanita itu menjawab pertanyaan sambil senyum-senyum, itu akan diartikan wanita tersebut suka pada laki-laki yang menanyanya," cerita Nurhayati


Tujuannya yang jelas saat menjadi TKI, membuat Nurhayati selalu bekerja dengan target, bahkan ia pun sengaja membawa buku-buku pelajaran di SMA-nya ke Arab Saudi. Sehingga ia bisa bekerja diperantauan sambil belajar kembali ilmu-ilmu yang pernah diajarkan di bangku sekolah.


Sehingga saat ia kembali ke Indonesia dengan berbekal modal uang jerih payahnya menjadi TKI selama dua tahun. Ia pun mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri. "Kemudian saya masuk universitas negeri, dan bisa lulus 3,5 tahun dari jurusan hukum," ucapnya.


Ia memberikan pun memberikan cara bagaimana supaya uang gaji menjadi TKI tidak habis. Menurutnya uang yang gaji dari majikannya harus selalu diambil tiap bulan, jangan dinanti-nantikan karena hal tersebut yang mengakibatkan majikan tidak membayar gaji TKI. Kemudian uang yang diterimanya ia kirim ke kampung dan dibelikan sawah sebagai lahan investasi.


Tidak berhenti sampai sana perjuangannya, ia saat kuliah pun membuka katering dan tetap bekerja di sebuah restoran untuk membiayai kuliahnya. Sehingga usaha kerasnya tersebut sekarang membuahkan hasil, dengan gelar S2 yang disandangnya, ia pun menjadi dosen di universitas tempat dirinya menimba ilmu yang memberinya gelar sarjana.


Dari cerita Nurhayati, mungkin kita bisa belajar sebuah arti kehidupan. Seorang TKI bisa menjadi orang yang sukses dan mewujudkan impian kita. "Pokoknya kalau jadi TKI jangan pernah berniat untuk jadi Tki yang kedua kali, cukup satu kali. Sehingga saat menjadi TKI kita harus mempunyai tujuan," ucapnya.

- DOSEN MANTAN TKI

SANG PAHLAWAN SEJATI BUAT BURUH MIGRAN

 
     Ada yang menarik pada peringatan 40 hari wafatnya mantan Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Taman Ismail Marzuki bulan Februari 2010 lalu. Gus Dur dianugerahi sebagai Pembela TKI atau Migrant Care Award. Gus Dur dinilai layak menjadi pembela TKI ketika mereka menemui masalah. Banyak pihak merindukan sosok beliau, dan mempertanyakan siapakah gerangan yang Siapkah dua lembaga negara tadi memperbaiki sisi persiapan dan sisi perlindungan TKI di manapun mereka berada? Melihat betapa besar perhatian masyarakat Indonesia untuk menjadi TKI, dan juga melihat masih banyaknya per soalan di lingkaran TKI disamping juga peluang perbaikan penyelenggaraan pengiriman TKI, kami hadir kem bali dengan wajah baru. Format tabloid kami ubah menjadi format majalah sehingga lebih praktis untuk dibawa dan dibaca oleh siapapun. Di tahun 2010, atau di Tahun Macan Logam menurut astrologi China, kita bersama-sama perlu bekerja keras untuk mewujudkan impian memperbaiki segala kekurangan yang terjadi di tahun lalu dengan tetap waspada
- SANG PAHLAWAN SEJATI BUAT BURUH MIGRAN

Rabu, 23 November 2011

Hari Pahlawan Buat TKI?

 
     Dengan semangat Hari Pahlawan sekarang ini, tidak ada salahnya kita lebih memerhatikan para TKI kita. Sekiranya kita belum mampu memberikan kontribusi positif buat mereka paling tidak jangan sampai berlanjut pemerasan dan penipuan terhadap mereka. Buat aparat terkait, laksanakanlah tugas semestinya,cegah intervensi pihak-pihak yang ingin membonceng nama instansi untuk mengeruk rejeki dari para TKI itu. Dalam kesempatan ini kita beri applaus kepada Menakertrans yang berjanji akan mengurangi pungutan terhadap TKI. Semoga janji itu juga didukung oleh anak buahnya, jangan sampai niat baik atas disimpangkan oleh pejabat di tingkat bawahnya. Jangan sampai SBY menurunkan UKP3R-nya lantaran pejabat terkait sesungguhnya tidak berniat ikut reformasi, karena banyak anggapan, pejabat yang mendukung program reformasi jauh dari rejeki.
- Hari Pahlawan Buat TKI?

KABAR GEMBIRA BUAT TKI HONGKONG



     Kabar gembira bagi para tenaga kerja Indonesia di Hong Kong, saat ini Tabloid Anda, Tabloid Dunia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) telah memasuki pasaran Hong Kong. Tentu saja sebagai bahan bacaan yang diterbitkan di Jakarta, Indonesia, biaya pengiriman ke Hong Kong tidaklah murah untuk ukuran kami. Walaupun di Hong Kong telah lebih dahulu ada beberapa tabloid dan koran selebaran, baik yang dikirim dari Indonesia maupun yang terbit lokal di Hong Kong, namun kehadiran Tabloid Dunia TKI memberikan warna baru bagi TKI yang haus akan bacaan yang membahas dunia mereka
- KABAR GEMBIRA BUAT TKI HONGKONG

Perbaikan Birokrasi TKI Dinanti

 
      Bila selama ini banyak kritik dan masukan dari pelaku dan penyelenggara TKI tentang pesimisme perbaikan birokrasi, tentulah menjadi pecutan bagi pemerintah khususnya Depnakertrans sebagai departemen yang paling kompeten untuk benar-benar mewujudkan impian para TKI dan masyarakat Indonesia umumnya. Dalam catatan kami, perhatian pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono terhadap perbaikan TKI merupakan perhatian yang paling serius dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Tentunya, hal ini akan menjadi tumpuan harapan kita bersama untuk menantikan perbaikan birokrasi tersebut bukan pada tingkatan wacana semata tetapi benar-benar diterapkan karena perut manusia memang tidak bisa menanggung lapar lebih lama, tak bisa lagi menunda kemiskinan lebih lama, karena pada hakikatnya kita semua sudah bosan hidup miskin.
- Perbaikan Birokrasi TKI Dinanti

MORATORIUM TKI ke Malaysia Molor lagi

       Dalam Edisi 19 ini kami menurunkan tulisan mengenai lambatnya atau molornya pencabutan pengiriman TKI ke Malaysia.  Padahal sejak Januari 2010 pejabat sampai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasipun berulang-ulang menyampaikan akan mencabut dengan segera moratorium atau penghentian sementara TKI ke Malaysia.  Di sisi lain, TKI ilegal tetap saja menerobos ke Malaysia.  Persoalannya adalah, perut lebih tajam dari peluru.  Artinya, kalau seseorang sudah lapar atau keluarga mereka lapar, maka tak ada jalan lain kecuali diisi atau mencari nafkah dengan bekerja, tak peduli itu legal atau ilegal.
Mengapa moratorium ini molor sudah lebih dari setahun, sejak penghentian bulan Juni 2009?  Apa saja yang menjadi ganjalan?  Apakah ini merupakan bukti kalau Indonesia tidak punya posisi tawar yang kuat dengan negara Malaysia?  Atau justru ada yang di luar kendali pemerintah?  Simak pula berita lainnya tentang tips untuk menjadi PRT di Singapura, bahasa Arab, dan profil PJTKI PT Andalan Mandiri Prestasi serta berita tentang Indramayu dan juga profil TKI Hong Kong dan mengenal budaya Jepang.
- MORATORIUM TKI ke Malaysia Molor lagi